Menteri Mukhtarudin “Menggugah” UPR: Bonus Demografi Dibaca sebagai Peluang Emas, Bukan Ancaman

Sabtu, 29 November 2025 07:20 WIB - Dilihat: 124

IMG_20251129_071839

Palangka Raya – Seputarkalimantan.id

Suasana Aula Rahan Rektorat Universitas Palangka Raya berubah hangat dan penuh energi saat Drs. Mukhtarudin, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, naik ke podium, jumat (28/11/2025). Ratusan mahasiswa yang memadati ruangan itu seakan menahan napas, menyimak setiap kata yang keluar dari sosok yang selama ini dikenal sebagai salah satu penjaga garda depan pekerja migran Indonesia.

Dengan mengusung tema “Perlindungan Maksimal, Penempatan Berkualitas, Migran Aman, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, kuliah umum tersebut bukan sekadar agenda seremonial melainkan panggilan bagi generasi muda Kalimantan Tengah untuk menatap masa depan dengan perspektif global.

 

Sambutan Rektor yang Menggetarkan Semangat Mahasiswa

Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU, membuka acara dengan sambutan yang menggetarkan optimisme.

Ia menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat mengejar gelar, tetapi kawah candradimuka yang menempah karakter generasi penerus bangsa.

“Perguruan tinggi tidak hanya mencetak SDM unggul. Kita membangun kesadaran hukum, memperkuat literasi global, dan menanamkan karakter pekerja yang mampu bersaing di panggung internasional. UPR berkomitmen melahirkan lulusan tangguh dan berintegritas,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.

 

Bonus Demografi: Gelombang Raksasa yang Harus Ditunggangi

Saat Menteri Mukhtarudin memulai paparan, suasana ruangan seakan berubah lebih serius. Dengan data yang lugas, ia melukiskan potret Indonesia pada masa depan.

Tahun 2025, Indonesia memiliki 183 juta jiwa penduduk usia produktif. Pada 2045, jumlah itu melonjak menjadi 207 juta jiwa. Di tengah derasnya arus bonus demografi ini, negara-negara lain justru dilanda aging population, kekurangan tenaga kerja, dan ketergantungan pada pekerja asing.

“Perubahan demografi global ini membawa tantangan besar dari meningkatnya beban jaminan sosial hingga kekurangan tenaga kerja. Tapi bagi Indonesia, ini justru peluang emas,” ujarnya mantap.

“Kita bukan hanya bersaing. Kita bisa memimpin.”

Kalimat itu membuat sebagian mahasiswa mengangguk, seolah memahami bahwa angka-angka tadi bukan sekadar statistik, melainkan masa depan yang sedang mengetuk pintu.

 

KP2MI dan Jalan Menuju Indonesia Emas

Mukhtarudin menegaskan bahwa Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) telah menyiapkan langkah strategis untuk memastikan bahwa pekerja migran Indonesia bukan hanya pengisi kebutuhan pasar luar negeri, tetapi benar-benar menjadi kekuatan global yang dihormati.

“Kami tidak ingin hanya mengirim tenaga kerja. Kami ingin mengirim yang terbaik SDM unggul, terlatih, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja internasional,” tuturnya.

“Mahasiswa tidak boleh menjadi penonton. Kalian adalah bagian dari ekosistem besar menuju Indonesia Emas 2045.”

Pernyataan itu menggema kuat, memicu semangat mahasiswa yang hadir. Pada titik itu, kuliah umum terasa berubah menjadi panggilan sejarah.

 

Ruangan yang Tak Hanya Berisi Kuliah Tetapi Harapan

Sesi diskusi yang menyusul memperlihatkan antusiasme mahasiswa yang tidak hanya ingin bertanya, tetapi ingin memahami bagaimana mereka dapat berperan. Setiap pertanyaan menunjukkan bahwa generasi muda Kalteng mulai melihat dirinya sebagai bagian dari gelombang besar perubahan.

 

(Red)

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

error: Content is protected !!