Senin, 1 Desember 2025 12:37 WIB - Dilihat: 320
Palangka Raya — Seputarkalimantan.id
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengundang puluhan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta ke Istana Isen Mulang, Jumat (28/11/2025), untuk membahas percepatan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Kalteng. Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi ruang dialog antara pemerintah dan kampus mengenai tantangan pendidikan di daerah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, melaporkan bahwa 34 dari 37 perguruan tinggi telah bergabung dalam program Satu Rumah Satu Sarjana. Ia juga menyebut seluruh SMA/SMK/SKH di Kalteng kini 100 persen terdigitalisasi, dengan dukungan panel surya untuk daerah tanpa listrik dan teknologi satelit bagi wilayah minim sinyal.
Dari sisi pemerintah daerah, Plt. Sekda Leonard S. Ampung menegaskan bahwa program strategis seperti Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) juga diarahkan untuk membantu kebutuhan pendidikan masyarakat, terutama di wilayah terpencil. Ia optimistis pemerataan internet dan listrik akan semakin baik pada 2026.
Dalam sesi dialog, para pimpinan kampus menyampaikan beragam kebutuhan, mulai dari perluasan jenis beasiswa, penyediaan asrama bagi mahasiswa dari pelosok, fasilitas pembelajaran seperti smart board, hingga penguatan program vokasi dan magang industri. Mereka juga mengusulkan pertemuan rutin untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
Menanggapi hal itu, Gubernur Agustiar menegaskan komitmen untuk menjaga anggaran pendidikan meski pemerintah menjalankan efisiensi. Ia menyebut KHBS akan menjadi instrumen penting membantu mahasiswa, serta membuka peluang dukungan tambahan dari CSR perusahaan.
“Pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan. Kita ingin anak-anak Kalteng punya kesempatan yang sama untuk kuliah,” kata Agustiar.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, seperti penguatan akses pendidikan tinggi, pemerataan infrastruktur pendidikan, peningkatan daya saing mahasiswa, serta kolaborasi pemerintah kampus perusahaan dalam pengembangan riset dan pendidikan.
Pemerintah Provinsi Kalteng juga sepakat memfasilitasi forum komunikasi pimpinan perguruan tinggi setiap tiga bulan, agar koordinasi berjalan lebih efektif.
(Red)